V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan kesimpulan dari Praktek kerja
Lapangan di BBIS Anjongan adalah sebagaai berikut :
1. Tahapan dari proses pemijahan ikan tengadak yang dilaksanakan di BBIS Anjongan, Kalimantan Barat, yang
dimulai dari pengadaan induk, pengelolaan induk, pemijahan, penetasan telur,
pemeliharaan larva, persiapan kolam pendederan, pendederan, pemeliharaan benih
dan panen dapat dikatakan sesuai denga ketentuan dan standar prosedur
operasional cara pembenihan ikan yang baik (CPIB).
2. Berdasarkan perhitungan analisa
usaha menunjukan secara nyata bahwa R/C Ratio yang didapatkan 1.98 yang berarti keegiatan pembenihan ikan tengadak layak untuk
diusahakan/dilanjutkan. Dan masa pengembalian modal usaha memerlukan waktu 3
tahun 2 bulan
5.2. Saran
Agar pembenihan larva ikan tengadak di Balai Budidaya
Ikan Sentral (BBIS) Anjongan dapat
berhasil dengan baik maka disarankan :
1. Manajemen kolam pemeliharaan induk
sebaiknya tidak bercampur dengan ikan lainnya.
2. Melakukan treatment terhadap air yang
akan masuk kekolam agar terbebas dari hama dan penyakit
serta predator yang
masuk kedalam kolam.
3. Menyediakan kultur pakan alami sebagai
pakan larva yang baru menetas.
DAFTAR PUSTAKA
Daelami, D. 2001, Usaha
Pembenihan Ikan Hias Air Tawar, Penebaran Swadaya Jakarta.
Direktorat Jenderal Perikanan Budidya (DJBP). 2008. Pedoman Umum Cara
Pembenihan Ikan Yang baik. Kementerian Kelauatan dan Perikanan.
Djuanda T., 1981. Dunia Ikan. Armico. Bandung. 191 Halaman.
Effendie, H.
1997. Metode Penelitian Survey. Jakarta : PT. Pustaka LP3S Indonesia
Effendie, H. 2006. Telaah Kualitas Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan
Lingkungan Perairan. Kansius. Yogyakarta.
Effendie, M. I. 1997. Metode Biologi
Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta. 163 Hal .
Effendi, M. I. 1979. Metode Biologi
Perikanan. Yayasan Dewi Sri, Bogor. 112 ha.
Fathoni, A.2011. Metode
Penelitian dan Teknik Penyusunan
Skripsi.Rineka Cipta, Jakarta. Vii + 149 hal.
Gaffar, A. K. Dan N. Muflikhah. 1992. Pemijahan Buatan dan Pemeliharaan Larva Ikan Baung. Prosiding
Seminar Hasil Penelitian Perikanan Air Tawar 1992/1992. Balai Penelitian
Perikanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Gaffar, A. K. Dan Z. Nasution. 1990. Upaya Domestikasi Ikan Perairan Umum Indonesia. Jurnal Penelitian dan
Pengembangan Pertanian. 9(4) : 69-75.
Hardejamulia. A. 2005. Informasi Teknologi Budidaya ikan Jelawat
(Leptobarbus hoeveni). Balai Penelitian Perikanan Air Tawar. Bogor.
Khairuman. Dan Sundenda. D. 2002. Budidaya ikan Patin Secara Intensif.
Agro Media Pustaka.ISBN 979-3084-47-2.87 hlm.
Kottelat, M., Whitten, A.J., Kartika Sari, S.N., Dan Wirjoatmodjo, S.
1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia And Sulawesi. Priplus, Singapure.
Lambert, Derek J (1997). Freshwater Aquarium
Fish. Edison, New Jersey: Chartwell Books. p. 16. ISBN 0-7858-0867-1.
Murtidjo, B. A. 2001. Beberapa Metode Pemijahan Air Tawar. Kanisius.
Yogyakarta, 22-24 hal.
Nelson, J. S. 1994. Fishes of the world. Third Edition. John Wiley and
Sons, Inc. NY. Chichester, Brisbane, Toronto, singapure.
Nurdawati, S. 1994. Identifikasi jenis-jenis ikan di sungai batang
hari. Jambai. Warta penelitiam dan pengembangan pertanian, 16 (4) 4-6.
Rochman, A., Wahyutomo, Riva’I, E., Darsono, A., Suryaman, &
Helmiansyah. 2008. Domestikasi ikan
kelabau
Rustidja. 2004. Pembenihan Ikan-Ikan Tropis, Fakultas Perikanan
Universitas Brawijaya.Malang.
Sari, L. 2012. Pengaruh Pemberian Hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dengan Dosis yang Berbeda Terhadap
Waktu Ovulasi Pemijahan Ikan Tengadak (Berbonymus
scwanenfeldii). Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas
Muhammadiyah Pontianak.
Sari, L. 2012. Teknik Pembenihan
Ikan Patin Siam (Pangasius
Hypothalamus). Laporan PKL. Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Sidi Asih, G.H. Huwoyon. 2009. Domestifikasi Ikan Lokal Kalimantan
Barat. Proseding Seminar Hasil Penelitiann Perikanan Air Tawar 2010. Balai
Penelitian Perikanan Air Tawar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perinakan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Bogor.
Sugiyono. 2013. Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Penerbit Alfabeta. Bandung.
Sta26 (x + 334) 16 x 24cm.
Susanto, H. dan Khairul Amri. 2002. Budidaya Ikan Patin. Penebar
Swadaya. Jakarta.90 hal.
Susanto. 1995. Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Sutisna P.H. dan Sutarmanto. 2003. Pengembangbiakan Ikan-Ikan
Pemeliharaan di Indonesia.
Suyanto, R. 2010. Pembenihan dan Pembesaran Nila. Penebaran Swadaya.
Jakarta, iv + 124 hal.
Priyono, A., Tatam, S dan T. Setiadharma (2003). Pengaruh Musim
Terhadap Perkembangan Oosit Dan Sperma Ikan Kerapu Lumpur (Ephinephelus coioides) Yang di Pelihara Dalam Bak Terkontrol. Prosiding Seminar Riptek Kelautan Nasional.
Bali: 18-22.
Widiyati, A.,V. Surjoto, dan L Dharma, (1992). Daya Tetas Telur Dan
KelangsunganIkan Jambal Siam Pada Suhu Terkontrol. Buletin Penelitian Perikanan Darat, 11(2) : 44-49.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar